Mengenal 5 Upacara Adat Sulawesi Tengah yang Unik

Upacara adat di Indonesia memiliki keunikan dan cara tersendiri untuk dilakukan sesuai pada kepercayaan di daerah masing-masing.

Dari 34 provinsi di Indonesia upacara tersebut menjadi hal yang menarik untuk dipelajari bagi wisatawan lokal maupun luar negeri untuk pengetahuan seputar budaya. Termasuk pada upacara adat Sulawesi Tengah yang memiliki keunikan tersendiri untuk melakukan upacara tersebut sebagai bentuk permohonan kepada Yang Kuasa agar kehidupan lebih baik.

Ada 5 upacara adat di Sulawesi Tengah yang dapat dipelajari agar lebih mencintai kebudayaan lokal.

Upacara Adat Sulawesi Tengah

Upacara adat adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan tujuan untuk kebaikan di kehidupan yang akan datang. Berikut ini 5 upacara adat Sulawesi Tengah yang dapat diketahui

1. Upacara Nokeso

upacara adat Sulawesi tengah

Upacara Nokeso adalah upacara yang dilakukan untuk anak perempuan menjelang haid pertama. Sehingga upacara ini dilakukan sebelum haid pertama dirasakan oleh anak perempuan.

Upacara ini memiliki tujuan sebagai pertanda atau peresmian jika anak perempuan sudah selesai masa kanak-kanak dan akan menuju masa dewasa. Sehingga anak harus menjaga diri, perkataan, dan adat istiadat leluhur di Sulawesi Tengah.

Sedangkan bagi masyarakat, upacara ini diartikan sebagai harapan anak perempuan yang akan mengakhiri masa kanak-kanak tersebut diberikan kebahagiaan tanpa sakit dan kemudahan dalam hidupnya.

Upacara Nokeso memiliki teknis upacara yang akan ditentukan oleh vati dan disesuaikan dengan status sosial atau warisan yang diterima orang tua atau nenek moyangnya.

Jika anak masih keturunan bangsawan, seorang vati akan diganti oleh ketua dewan adat. Pelaksanaan bagi anak keturunan bangsawan dilakukan selama tujuh hari tujuh malam dengan melibatkan seluruh masyarakat sekitar dan biaya pesta dapat dari bantuan masyarakat seperti ternak, beras, sayuran yang disebut sebagai Pekasuvia, sedangkan bagi rakyat biasa hanya digelar sederhana satu hari saja.

Baca juga: Fakta Unik Tombolutu, Pahlawan Sulawesi Tengah

2. Upacara Rakeho

Upacara Rakeho adalah upacara yang dilakukan untuk anak laki-laki yang sudah dilakukan saat menuju masa dewasa, biasanya dilakukan oleh masyarakat Suku Kulawi.

Tujuan dari upacara ini adalah untuk keselamatan dan harmonisasi rumah tangga anak laki-laki nantinya.

Pelaksanaan upacara Rakeho yaitu meratakan gigi depan dengan gusi. Waktu pelaksanaannya tidak ditentukan berapa lama, biasanya dilakukan setelah waktu panen orang tua berhasil dan pada siang hari.

Pada teknisnya, upacara ini dipimpin oleh Topekeho dengan keahlian mengikir gigi yang dimiliki secara turun temurun.

3. Baliya Jinja

Upacara tradisional Sulawesi tengah

Baliya Jinja adalah upacara adat pengobatan non-medis yang sudah dikenal ratusan tahun oleh masyarakat Suku Kaili. Upacara adat ini dilakukan sebelum adanya rumah sakit, sehingga masyarakat dahulu melakukan ritual untuk mendapatkan petunjuk dari nenek moyang dalam menyembuhkan penyakit bagi yang mengalami.

Dalam pelaksanaan Baliya Jinja dilakukan oleh tetua yaitu Tina Nu Baliya dengan mengenakan sarung, baju ari fuya, dan tudung merah yang disebut destar.

Setelah itu Tina Nu Baliya akan mengelilingi orang yang sakit beserta tiga orang lainnya yang memainkan seruling, tambur dan gong. Alunan musik dibuat dengan lemah lembut beserta syair yang berisi pujian untuk menghilangkan penyakit dari setan dan jin.

Proses Baliya Jinja berlangsung berjam-jam dengan membagi dua sesajian yang akan dibuang ke laut dan gunung. Dalam menyiapkan sesajian juga ada macamnya, yaitu adat 9 dan adat 7 yang akan dikaitkan dengan jumlah sesajian yang disiapkan seperti tembakau, inang, gambir, dan lainnya.

4. Upacara Nopamada

Upacara Nopamada adalah upacara yang dilakukan saat keluarga menjelang sakaratul maut dan dilakukan dengan berkumpul untuk berjaga menjelang datangnya ajal.

Dalam pelaksanaanya dilakukan oleh anggota keluarga atau guru yang memiliki agama baik untuk melantunkan doa dengan dibisikkan sebagai tuntunan dalam sakaratul maut.

Baca juga: Fakta Unik Rumah Adat Tambi Sulawesi Tengah

5. Nompudu Valaa Mpuse

Adat sulawesi tengah

Upacara Nompudu Valaa Mpuse dilakukan sebagai upacara pemotongan tali pusar pada bayi yang dilakukan oleh Masyarakat Palu. Pelaksanannya dibantu oleh sando mpoana dengan khidmat agar tidak mengganggu bayi saat tali pusar dipisahkan.

Dalam upacara adat Sulawesi Tengah dilakukan sebagai bentuk tradisi turun temurun yang sudah dilakukan oleh nenek moyang. Sehingga hal ini bisa dilakukan sebagai penghormatan dengan kepercayaan yang dianut.

Tinggalkan komentar