5 Fakta Unik Tombolutu Pahlawan dari Sulawesi Tengah

Mungkin belum banyak orang mengenal nama Tombolutu. Namun, tidak demikian halnya dengan masyarakat Sulawesi Tengah.

Baru-baru ini tokoh dari Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai tokoh pahlawan nasional oleh Bapak Presiden, Joko Widodo, pada peringatan Hari Pahlawan.

Siapa sih sosok pahlawan baru ini, yang mungkin belum banyak orang tahu kiprah perjuangannya?

Tokoh dari Sulawesi Tengah Pertama yang Mendapat Gelar Pahlawan

Sebelum ini, belum ada tokoh dari Sulawesi Tengah yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Baru Tombolutu inilah yang pertama kali.

Penganugerahan ini membuat seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya warga Kabupaten Parigi Moutong sangat bangga. Jasanya yang gigih dalam mempertahankan Sulawesi dari tangan penjajah dikenang masyarakat Sulawesi hingga saat ini.

Tombolutu Adalah Raja di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Tombolotutu mempunyai gelar Pua Darawati. Ia adalah pewaris tahta Kerajaan Moutong yang keempat, pada tahun 1877, di usia 20 tahun.

Saat menjadi raja inilah, ia bersikap keras kepada Belanda yang ingin menguasai Sulawesi. Meskipun Belanda sudah berupaya membujuknya melalui Perjanjian Panjang (Lang Contrak), Perjanjian Pendek (Korte Verklaring), hingga memberikan jaminan kepada Kerajaan Moutong, Tombolutu tetap bersikeras menolak.

Kisah Perjuangan Tombolotutu Banyak Diulas Dalam “Buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini”

Buku yang ditulis oleh Dr. Lukman Nadjamuddin M.Hum, inilah yang menjadi penguat tentang jejak perjuangan Tombolutu.

Berawal dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Tadulako pada tahun 2017, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Riset tentang Tombolotu pun dilakukan selama dua tahun (2015-2017) dan akhirnya berhasil menjadi penguat tentang perjuangannya dan layak untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Berjuang Melawan Penjajah Belanda dengan Gagah Berani

Perjuangan Tombolutu di Sulawesi Tengah sangat luar biasa. Bergerilya dan menjadi garda terdepan dalam melawan penjajah Belanda hingga wafatnya, tanggal 17 Agustus 1901.

Tombolutu pun berani menolak kerja sama dengan penjajah Belanda untuk mengekploitasi emas di Moutong dan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat.

Tak mudah untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah. Gelar tersebut diberikan kepada tokoh yang telah meninggal dunia dan selama hidupnya telah berkorban bagi harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Dari aspek perjuangan, administrasi, serta ketokohan, sosok Tombolutu layak mendapatkannya.

 

Tinggalkan komentar